Candi Gedong Songo Pesona Alam dan Budaya

Suasana pegunungan Ungaran yang sejuk menjadi daya tarik masyarakat di sekitarnya, khususnya warga Semarang untuk mengisi akhir pekan dengan mengunjungi obyek wisata yang berada di sekitarnya. Ada berbagai pesona wisata yang ditawarkan. Mulai dari wisata alam, kuliner, outbond, hingga wisata budaya bisa Anda dapatkan. Jika tertarik dengan pesona wisata alam dan budaya, Candi Gedong Songo bisa Anda jadikan tujuan utama.

Tidak sulit untuk menuju ke Kawasan Candi Gedung Songo, Anda bisa naik angkutan umum atau kendaraan pribadi, karena jalan menuju lokasi cukup bagus dan tersedia angkutan umum. Jika dari pusat kota Semarang, arahkan kendaraan Anda ke Ungaran lalu menuju ke Bandungan. Di daerah Bandungan inilah lokasi Candi Gedong Songo. Lama perjalanan dari pusat kota Semarang sekitar satu setengah jam.

Memasuki kawasan Candi Gedung Songo Anda tidak saja disambut dengan sejuknya udara pegunungan, tapi juga indahnya panorama alam pegunungan. Untuk menikmati kawasan candi yang diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 ini, jika Anda memiliki kekuatan fisik yang prima bisa menikmati dengan berjalan kaki dari satu lokasi candi ke candi lainnya. Atau jika Anda ingin menikmati dengan sensasi tersendiri bisa menyusurinya dengan naik kuda yang banyak disediakan oleh penduduk sekitar.

Candi Gedong Songo terdiri dari lima bagian yang antar bagian berjarak sekitar ratusan meter hingga satu kilometer. Masing-masing bagian dikenal dengan nama Gedong I, II, III, IV, dan V. Gedong I tempatnya paling rendah dan Gedong V berada di puncak ketinggian. Menyusuri satu persatu dari bagian Candi Gedong Songo membawa keasikan tersendiri, karena keindahan alam yang membentang di sekitarnya.

Yang sering jadi pertanyaan pengunjung, kenapa kawasan candi yang diperkirakan dibangun antara abad VII dan abad VIII ini dinamai Gedong Songo, padahal jumlah candi yang ada sekarang kurang dari sembilan. Cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, awalnya ada sembilan kelompok candi, namun sebagian sudah hilang. Kurangnya bukti tertulis inilah yang membuat kawasan Gedong Songo ini pernah juga dinamai dengan Gedongpitoe.

Lepas dari kurangnya bukti tertulis yang bisa ditemukan, kawasan Candi Gedong Songo memperlihatkan pada generasi masa kini, bahwa peradaban nenek moyang bangsa ini telah maju pada jamannya. Tentu tidak mudah membuat kawasan candi di lereng pegunungan yang terjal dengan tingkat estetika yang menakjubkan.

Selain kunjungan wisatawan, kawasan Candi Gedong Songo yang didalamnya juga terhampar hutan pinus sering dijadikan untuk perkemahan. Tidak jarang di akhir pekan atau saat liburan, kawasan perkemahan penuh dengan tenda berwarna-warni. Jika tertarik Anda pun bisa berkemah di kawasan tersebut.

Yang terbaru dari kawasan Candi Gedong Songo ini adalah dihadirkannya Vanaprasta Gedong Songo Park. Di dalamnya terdapat tiga rumah heritage, dan disediakan pula empat Gazebo yang dijadikan tempat bermeditasi, yoga, atau reiki, dan juga resto. Untuk memanfaatkan fasilitas di dalamnya Anda bisa menghubungi pengelola setempat.

Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner khas Gedong Songo, di dekat pintu keluar lokasi wisata, ada banyak warung yang menyediakan menu kuliner yang menggoda selera. Yang tidak boleh dilewatkan adalah menu sate kelinci, menu ini sangat nikmat disantap dalam udara dingin pegunungan.

Untuk oleh-oleh atau cinderamata Anda juga bisa mendapatkannya di sekitar pintu keluar kawasan wisata. Ada kaos khas Candi Gedong Songo, topi, syal, atau pun pernak-pernik lain yang menarik untuk dikoleksi.

(Visited 609 times, 1 visits today)